“Perhelatan di Padepokan Mahagenta menjadi ruang kolaborasi lintas seniman untuk memperkuat sastra sebagai fondasi kebudayaan, pendidikan, dan pembangunan karakter bangsa”
BOGOR – Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) memperingati Hari Sastra 2026 dengan menggelar Malam Apresiasi Sastra dan Seni di Padepokan Mahagenta, Citayam, Bogor, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan para penyair, musisi, budayawan, dan pegiat seni dari berbagai latar belakang dalam satu panggung kebudayaan yang sarat makna.
Mengusung semangat memperkuat peran sastra di tengah dinamika zaman, acara berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga larut malam dengan menampilkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, pertunjukan musik, serta dialog kebudayaan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Panggung apresiasi yang diinisiasi Ketua Bidang Musik Ujung Mahagenta ini dimeriahkan oleh Tora Kundera bersama Gong Merah Putih, Uyung Mahagenta beserta tim, Bang Junaedi Junkumis, serta sejumlah seniman lainnya yang menampilkan karya-karya terbaik mereka. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa sastra dan seni tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Dari HSBI hadir Ketua Bidang Sastra Helvy Tiana Rosa, didampingi Wakil Ketua Bidang Sastra Putra Gara, anggota Yon Bayu, serta jajaran pengurus lainnya, antara lain Siska, Megawati, Nike, dan anggota HSBI. Kehadiran para pengurus mencerminkan keseriusan organisasi dalam membangun ekosistem sastra yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Bagi HSBI, Hari Sastra bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkokoh jejaring antarseniman sekaligus menghidupkan kembali semangat literasi, kreativitas, dan kebudayaan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman.
HSBI meyakini bahwa sastra memiliki peran strategis sebagai media pendidikan, ruang refleksi sosial, sekaligus kekuatan moral dalam membangun karakter bangsa. Karena itu, organisasi ini berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program yang mendekatkan sastra kepada masyarakat, khususnya generasi muda.


Peringatan Hari Sastra di Padepokan Mahagenta diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya baru yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memperkuat persatuan, memperkaya khazanah budaya nasional, dan menjadi cahaya bagi peradaban Indonesia.
“Selamat Hari Sastra. Semoga sastra Indonesia terus hidup, berkembang, dan menjadi cahaya yang menerangi peradaban.”












