Jakarta, 16 Maret 2026 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa para pengurus organisasi seni budaya Islam perlu lebih aktif menggali, mendokumentasikan, dan mempublikasikan kekayaan seni budaya Islam yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) di Jakarta pada 16 Maret 2026. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah organisasi seni dan budaya, di antaranya Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI),Persatuan Filateli Indonesia (PFI), Horison dan Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI)
Dalam sambutannya, Fadli Zon menilai bahwa seni budaya Islam merupakan bagian penting dari khazanah kebudayaan nasional yang memiliki sejarah panjang dalam membentuk karakter dan peradaban bangsa.
“Pengurus HSBI harus lebih banyak menggali dan mempublikasikan seni budaya Islam. Kekayaan ini sangat besar dan tersebar di berbagai daerah, mulai dari sastra, musik, kaligrafi, hingga seni pertunjukan yang bernilai spiritual dan peradaban,” ujar Fadli Zon.
Ia menambahkan bahwa publikasi dan dokumentasi menjadi langkah penting agar seni budaya Islam tidak hanya dikenal di lingkungan terbatas, tetapi juga dapat menjangkau generasi muda melalui berbagai media, termasuk platform digital, film dokumenter, buku, hingga pertunjukan seni.
Suasana kebersamaan dalam acara tersebut semakin terasa hangat ketika sejumlah tokoh seni dan budaya tampil menunjukkan kebolehannya. Ketua Dewan Pembina HSBI, Taufik Ismail, membacakan puisi yang sarat dengan nilai spiritual dan kebangsaan. Sementara itu Dewan Pembina HSBI, Neno Warisman, turut menghadirkan penampilan seni yang menghidupkan suasana malam kebudayaan.
Selain itu, Sekretaris Jenderal HSBI Abrori Djabbar, Ketua Bidang Musik HSBI Uyung Mahagenta, serta budayawan Ali Sun Guen juga tampil unjuk kebolehan dalam pertunjukan.
Pertemuan lintas organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan kolaborasi antar pelaku seni budaya Islam. Para peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk memperluas ruang apresiasi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya seni budaya Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui penguatan dokumentasi, publikasi, dan kolaborasi antar komunitas seni, diharapkan kekayaan seni budaya Islam Indonesia dapat semakin dikenal, dihargai, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan kebudayaan nasional. (MB)







