HSBI Tegaskan Komitmen Berdakwah Lewat Seni dan Budaya Islam

Berita233 Views

Jakarta – Para seniman dan budayawan Islam yang tergabung dalam Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI) menegaskan komitmennya untuk terus berdakwah melalui karya seni. Tekad ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama pengurus HSBI di Jakarta, pada 14 Maret 2024, yang dihadiri lebih dari 50 seniman muslim dari berbagai disiplin seni.

Para peserta yang hadir berasal dari latar belakang seni yang beragam seperti seni tari, musik, sastra, lukis, hingga teknologi informasi (IT). Mereka menyatakan siap berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui pendekatan budaya dan seni yang kreatif, sesuai dengan perkembangan zaman.

Sekretaris Jenderal HSBI, Abrory Djabbar SH, mengapresiasi semangat tinggi dari para seniman muslim tersebut. Ia menyebut gerakan dakwah melalui seni sebagai upaya penting dalam menjangkau generasi muda, sekaligus menjaga keberlanjutan dakwah Islam dengan pendekatan yang lembut dan estetis.

“Saya sangat bangga dan berterima kasih atas tekad para seniman dan budayawan Islam yang haqqul yaqin ingin berdakwah melalui seni dan budaya. Saya harap ini menjadi magnet bagi generasi muda untuk melanjutkan dakwah Islam di tanah air,” ujar Abrory.

Seniman senior Yose Rizal Manua turut hadir dan membagikan kisahnya selama aktif di HSBI. Ia menyebut HSBI pernah berjaya di masa lalu, terutama pada era kepemimpinan tokoh seperti Amirroso. Yose berharap organisasi ini bisa kembali menggeliat dengan kreativitas dan inovasi seni yang lebih segar dan relevan.

“Di era Amirroso, HSBI sangat aktif dan penuh kegiatan seni budaya Islam. Saya berharap sekarang HSBI lebih bergairah dengan karya-karya yang maju dan berdampak,” ungkap Yose.

Sementara itu, tokoh budaya dan aktivis muslimah Neno Warisman juga menyatakan dukungannya terhadap gerakan dakwah seni ini. Ia mengajak para ibu dan keluarga muslim untuk aktif membentengi anak-anak dari pengaruh negatif era digital melalui pendekatan budaya Islam yang menyentuh dan membangun karakter.

“Mari kita bangun program kekinian yang bernafaskan Islam, agar kita para ibu bisa menjaga anak-anak dengan adab dan budaya Islami. Kita harus cepat bertindak demi merawat peradaban bangsa,” tutur Neno penuh semangat.

HSBI merupakan organisasi seni dan budaya Islam yang berdiri sejak tahun 1956. Pada masa awal, HSBI aktif berdakwah melalui sandiwara radio, pembacaan puisi Islami, hingga pementasan drama yang sarat pesan keislaman. Kini, organisasi ini berupaya kembali menyesuaikan diri dengan tren teknologi dan kebutuhan dakwah masa kini melalui format-format kreatif yang lebih modern.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *